Diskusi tentang TVRI pada 30 Juli 2020, Kelas 4-6 sekolah dasar, menengah, dan menengah


Diskusi tentang TVRI pada 30 Juli 2020, Kelas 4-6 sekolah dasar, menengah, dan menengah

Pertanyaan Latihan TVRI 07-30-2020-01

Artikel ini memberikan diskusi tentang acara TVRI pada 30 Juli 2020 untuk kelas 4-6 sekolah dasar, menengah, dan menengah

Hai, sudahkah Anda menonton program Learning from Home yang ditayangkan di TVRI hari ini, 30 Juli 2020? Pada program hari ini, siswa sekolah dasar di kelas 4-6 belajar tentang Faktor dan Kelipatan, siswa sekolah menengah pertama belajar tentang Pola Angka, dan siswa sekolah menengah belajar tentang Formulir Persamaan 4, 5, dan 6. Sekarang, bagi mereka Anda yang telah belajar, dan ingin mengetahui pembahasan masalah ini dari acara TVRI hari ini, mari pelajari di artikel ini.

Separator_TVRI SD

1 Tim tari SD Makmur Ekskul terdiri dari 8 orang. Tim dansa akan mengambil bagian dalam Kontes Porseni. Setiap tim menampilkan berbagai bentuk formasi tari. Berapa banyak formasi tari yang dapat dibentuk oleh tim dansa?

Menjawab:

Untuk menentukan banyak kemungkinan formasi tari dari 8 orang, kami mencari faktor 8 seperti pada tabel berikut.

latsol tvri 30 7 sd

Dari sini kita mendapatkan kemungkinan formasi yang dapat dibentuk oleh tim tari adalah formasi 18 atau 24. Jadi, banyak formasi tari yang dapat dibentuk adalah 2 formasi.

LS _-_ Separator_All_Mapel _ + _ Corona_SD-Jul-30-2020-03-01-37-37-AM

2 Sepasang bilangan prima antara 15 dan 30 adalah 52 dan perbedaannya adalah 6. Sepasang bilangan prima manakah itu?

MENJAWAB

Perhatikan ya … bilangan prima yang ada antara 15 dan 30 adalah 17, 19, 23, dan 29.

Sekarang kita mencari sepasang angka dari 17, 19, 23, dan 29 yang jumlahnya 52 dan selisih atau perbedaannya 6.

Kami coba satu per satu ya.

Jika angka pertama adalah 17, maka 17 ditambah angka kedua harus sama dengan 52, jadi angka kedua adalah 52 – 17 = 35. Karena 35 bukan bilangan prima dan bukan antara 15 dan 30, maka bilangan prima yang dimaksud adalah bukan 17.

Selanjutnya, jika angka pertama adalah 19, maka 19 ditambah angka kedua harus sama dengan 52, jadi angka kedua adalah 52 – 19 = 33. Karena 33 bukan bilangan prima dan bukan antara 15 dan 30, maka bilangan prima di pertanyaannya bukan 19.

Selanjutnya, jika bilangan prima pertama adalah 23, maka 23 ditambah angka kedua harus sama dengan 52, sehingga angka kedua adalah 52 – 23 = 29. Waaah perhatikan bahwa 29 adalah bilangan prima antara 15 dan 30. Sekarang kita periksa perbedaannya . Perbedaannya adalah 29-23 = 6.

Jadi, pasangan bilangan prima adalah 23 dan 29, karena angkanya adalah 52 dan perbedaannya adalah 6.

LS _-_ Separator_All_Mapel _ + _ Corona_SD-Jul-30-2020-03-01-37-37-AM

3 Leni, Siti, dan Dina bermain lompat tali di halaman depan rumahnya. Mereka bermain secara bergantian sesuai dengan urutan masing-masing. Leni mendapat ketiga. Jika Leni bermain 8 kali, bagaimana urutan Leni bermain lagi?

MENJAWAB

Kelipatan 3 adalah: 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, dan seterusnya.

Karena Leni bermain 8 kali, setelah bermain di nomor 3, maka Leni akan bermain lagi di nomor 6, 9, 12, 15, 18, 21, dan 24.

Separator_TVRI_SMP-2

1 Pertimbangkan susunan angka berikut. (i) 3, 8, 13, 15, 18, 27 (ii) 4, 7, 10, 13, 16, 19 (iii) 5, 9, 13, 18, 24, 27 (iv) 6, 9, 12 , 15, 17, 20 Ani percaya bahwa deretan angka adalah (i) dan (ii) Budi percaya bahwa deretan angka adalah (i) dan (iii) Cepi percaya bahwa deretan angka adalah (ii) dan (iii) Pendapat Dadan yang merupakan barisan angka adalah (ii) dan (iv) Menurut Anda, pendapat siapa yang benar? Jelaskan alasanmu!

Menjawab:

Ingat lagi urutan angka adalah urutan angka yang memiliki pola atau aturan tertentu antara satu angka dan angka berikutnya.

Sekarang untuk mengetahui yang merupakan urutan angka, kami mengamati pola setiap urutan di atas.

(i) Perhatikan pola-pola berikut 3, 8, 13, 15, 18, 27!

latsol tvri 30 7 smp.1

Karena pola angka ketiga dan himpunannya berbeda, baris 3, 8, 13, 15, 18, 27 tidak urutan angka.

(ii) Perhatikan pola-pola berikut 4, 7, 10, 13, 16, 19!

Karena pola angka di atas selalu sama antara satu angka dengan angka berikutnya, yang selalu bertambah 3, maka baris 3, 8, 13, 15, 18, 27 adalah deretan angka.

(iii) Perhatikan pola-pola berikut 5, 9, 13, 18, 24, 27!

Karena pola angka ketiga dan himpunannya berbeda, baris 5, 9, 13, 18, 24, 27 tidak urutan angka.

(iv) Perhatikan pola-pola berikut 6, 9, 12, 15, 17, 20!

Karena pola angka ketiga dan himpunannya berbeda, baris 6, 9, 12, 15, 17, 20 tidak urutan angka.

Sehingga baris-baris yang merupakan baris-baris angka hanya baris-baris angka (ii). Akibatnya tidak ada pendapat yang benar tentang garis ini.

LS _-_ Separator_All_Mapel _ + _ Corona_SMP-Jul-30-2020-03-04-23-67-AM

2 Pertimbangkan pengaturan batang korek api berikut!

Pola 1 Pola 2 Pola 3 Pola 4 Rendi percaya bahwa jumlah minimum batang korek api untuk membuat pola 10 adalah 33 buah. Menurut Anda, apakah pendapat Rendi benar? Jelaskan alasanmu!

Menjawab:

Perhatikan jumlah korek api di setiap pola!

Pola 1 terdiri dari 6 batang korek api

Pola 2 terdiri dari 9 batang korek api

Pola 3 terdiri dari 12 batang korek api

Pola 4 terdiri dari 15 batang korek api

Maka jika kita amati penambahan jumlah korek api di masing-masing pola, yaitu:

Nah, ternyata penambahan banyak korek api antara satu pola dan pola berikutnya selalu sama, yang meningkat sebesar 3. Perhatikan operasi penghitungan untuk setiap pola:

Pola 1 → 6 = 3⋅1 + 3

Pola 2 → 9 = 3⋅2 + 3

Pola 3 → 12 = 3⋅3 + 3

Pola 4 → 15 = 3⋅4 + 3

Pola n → … = 3⋅n + 3

Sehingga pola 10 dapat diperoleh dengan mengganti n = 10. Jadi,

Pola 10 = 3⋅10 + 3 = 30 + 3 = 33

Memperoleh banyak pertandingan dalam pola kesepuluh adalah 33.

Jadi, pendapat Rendi benar.

LS _-_ Separator_All_Mapel _ + _ Corona_SMP-Jul-30-2020-03-04-23-67-AM

3. Perhatikan pola pengaturan batang korek api berikut!

Dimas percaya bahwa jumlah minimum batang korek api untuk membuat pola ke-7 adalah 60 buah. Apakah menurut Anda pendapat Dimas benar? Jelaskan alasanmu!

Menjawab:

Perhatikan jumlah korek api di setiap pola!

Pola 1 terdiri dari 1 segitiga atau 3 batang korek api

Pola 2 terdiri dari 3 segitiga atau 9 batang korek api

Pola 3 terdiri dari 6 segitiga atau 18 batang korek api

Pola 4 terdiri dari 10 segitiga atau 30 batang korek api

Dapat dilihat bahwa untuk pola ke-n banyak korek api dapat dihitung dari banyak segitiga yang dibentuk dikalikan dengan 3. Sekarang, untuk mendapatkan banyak kecocokan dalam pola ke-7, kami mencari banyak segitiga dalam pola ke-7.

Pertimbangkan pola berikut!

Kemudian dalam pola ke-7 akan ada 28 segitiga. Jadi jumlah minimum batang korek api dalam pola 7 adalah 28 × 3 = 84 buah.

Jadi, pendapat Dimas salah.

Separator_TVRI_SMA-1

1. Apakah solusi persamaan (2x + 1) 3x-6 = (x + 3) 3x-6, hanya x = 2? Jelaskan jawabanmu!

Menjawab:

Dari masalah tersebut, diberikan persamaan eksponensial sebagai berikut.

Nah, ini bentuknya . itu artinya, ada tiga kemungkinan dari sini

f (x) = g (x),
h (x) = 0, dengan syarat bahwa f (x) ≠ 0, g (x) ≠ 0, dan
fx = – g (x), asalkan h (x) adalah bilangan genap.

Yang berarti bahwa kemungkinan-kemungkinan ini harus diperiksa satu per satu untuk mendapatkan solusinya.

1. Sebagai contoh
f (x) =
g (x). Cara

2x + 1 = x + 32x-x = 3-1x = 2

Kami mendapat satu hasil, yaitu x = 2. Sekarang inilah yang dikatakan dalam masalah, bahwa salah satu solusinya adalah x = 2. Apakah masih ada solusi lain yang mungkin? Mari kita lanjutkan

2. Sebagai contoh
h (x) = 0, dengan
f (x) ≠ 0 dan
g (x) ≠ 0. Sebentar, sebelumnya lihat dulu f (x) ≠ 0. Dari sini, didapat

Kemudian, lihat juga g (x) ≠ 0. Dari sini, sama, diperoleh

Oke, sekarang kita punya syarat
Karena kita mengaturnya seperti itu, maka kita masukkan hx = 0. Diperoleh

Oke, lagi-lagi kita dapatkan x = 2 sebagai solusinya. Apakah ada solusi lain? Kami melihat kondisi terakhir.

3. Biarkan fx = -g (x) dengan h (x) adalah bilangan genap. Sekali lagi, lihat istilah hx
adalah bilangan genap ini.

Coba ingat-ingat, berapakah angka genap? Bilangan genap adalah ± 2, ± 4, ± 6, ± 8, ± 10, dll? Jadi, hasil yang kita dapat membuat h (x) ini menjadi bilangan genap.

Oke, mari kita coba. Dari fx = -g (x), lalu

Sekarang, saya sudah mendapatkan hasilnya, yaitu Kami menguji, menggantikan h (x), itu menjadi bilangan genap atau tidak.

Wow, jadi itu nomor genap, yaitu -10. Meskipun negatif, tetapi -10 adalah bilangan genap. Karena apa? Karena dia dibagi 2.

Jadi kami punya satu solusi lagi (selain x = 2), yaitu Jika Anda ingin diuji apakah solusi yang Anda dapatkan benar, ganti saja persamaan untuk masalahnya.

Misalkan x = 2, lalu

Hasilnya benar. Berarti x = 2 satu solusi.

Lalu, misalnya kemudian

Hasilnya benar, bermakna satu solusi.

Berarti, solusinya bukan hanya x = 2, tetapi juga

LS _-_ Separator_All_Mapel _ + _ Corona_SMA-Jul-30-2020-04-40-26-67-AM

2 Tentukan himpunan solusi dari persamaan (x + 1) 3x + 6 = (x2 + 2x + 1) 2x + 5

Menjawab:

Dari masalah tersebut, diberikan persamaan eksponensial sebagai berikut.

Nah, ini bentuknya Eh, hanya sebentar. Cobalah melihatnya. Catat itu

Cara

Ingat itu Terjadi seperti ini.

Nah, ternyata bentuknya apa adanya Jadi, dari sini kita mendapatkan beberapa kemungkinan

Jadi sekarang setiap kemungkinan akan diperiksa.

Sekarang kita melihatnya. Ada 0 dan 2. Apakah keduanya angka ganjil? Tidak ya, karena 0 dan 2 bukan angka ganjil. Berarti, angka genap? Ya benar. Kesimpulannya adalah x = -2 juga merupakan solusi. Jika diganti x = -2 dengan persamaan dalam masalah, maka

Yang menghasilkan pernyataan yang bernilai benar.

Jadi, solusi persamaan dalam masalah adalah x = -4, x = 0, x = -1, dan x = -2. Jika itu dibuat sebagai set pemukiman, maka

LS _-_ Separator_All_Mapel _ + _ Corona_SMA-Jul-30-2020-04-40-26-67-AM

3 Hitung jumlah akar persamaan 4x + 1 – 12 (2x) + 8 = 0

Menjawab:

Dari masalah tersebut, diberikan persamaan eksponensial sebagai berikut.

Nah, coba teman-teman memperhatikan. Bentuk ini dapat disederhanakan menjadi seperti ini

Baik. Ada banyak bentuk 2x di sini. Misalnya, jika 2x = y, maka (2x) 2 = y2 dan 22x = y2. Kemudian didapat

Wow, jadi ini persamaan kuadrat. Berarti itu bisa diperhitungkan

Sekarang, inilah dua akar. Yaitu y = 2 dan y = 1. Ingat bahwa kita mengasumsikan bahwa y = 2x. Sekarang kita gantikan ini, jadi

dan

Oke, jadi kami mendapat dua solusi, yaitu x = 0 dan x = 1. Jika ditambahkan bersamaan, hasilnya adalah 0 +1 = 1.

Jadi jumlah root (atau solusi) adalah 1.

LS _-_ Separator_All_Mapel _ + _ Corona_SMA-Jul-30-2020-04-40-26-67-AM

Cara jernih dan mudah dimengerti, bukan? Oh ya, jangan lupa terus memperbarui diskusi tentang latihan TVRI di ruang baca setiap hari. Anda juga dapat melakukan latihan untuk pertanyaan lain di ruang belajar.


Like it? Share with your friends!

0

You may also like

More From: Ruang Guru

DON'T MISS