Mengenal Rencana Skema Upah Guru Honorer 2020


Mengenal Rencana Skema Upah Guru Honorer 2020

skema upah guru honorer

Artikel ini akan menjelaskan skema upah yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dalam pembayaran guru honorer pada tahun 2020.

Semester ganjil di 2019 berakhir, sekarang Anda harus mempersiapkan diri untuk memasuki semester genap. Tentunya sudah ada berbagai persiapan yang telah Anda lakukan untuk menyambut semester depan bukan? Baik dari media pembelajaran, rencana pembelajaran, hingga berbagai metode pengajaran yang telah matang.

Dalam artikel Seputar Guru, biasanya menyajikan tentang metode pembelajaran yang dapat diterapkan oleh Bapak / Ibu Guru dan juga mengajar inspirasi dari Guru Guru Ruangguru. Nah, kali ini kita akan membahas tentang guru honorer. Lebih khusus, kami berdua akan membahas pembayaran guru honorer.

masalah guru honorer

Lihatlah, Bapak / Ibu Guru, selama ini gaji guru honorer diambil dari alokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Berangkat dari alokasi, maka jangan heran jika guru / guru yang merupakan guru honorer masih menerima upah di bawah UMK (Upah Minimum Kota / Kabupaten) dan UMR (Upah Minimum Regional). Dikutip dari Solopos.com bahwa, gaji guru honorer di Kabupaten Kendal pada 2019 hanya Rp600 ribu per bulan. Jika dibandingkan dengan UMK di angka Rp. 2,1 juta, angka Rp. 600.000 masih jauh dari layak.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, pada Oktober 2019, mengusulkan dua skema upah untuk guru honorer pada tahun 2020. Telah dijelaskan dalam paragraf sebelumnya, bahwa gaji guru honorer diambil dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Nah, sudah direncanakan bahwa nantinya gaji guru honorer akan dikeluarkan dari skema pendanaan melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Anda perlu tahu bahwa jika pembayaran guru honorer diambil dari DAU, baik guru honorer dan guru PNS sekarang memiliki sumber pendanaan yang sama.

guru kehormatan mengajar

Dengan perubahan sumber gaji guru honorer dari BOS ke DAU, ada dua skema upah yang ditawarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pertama, gaji guru honorer di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama akan dibandingkan dengan UMK. Nah, untuk guru honorer yang mengajar di sekolah menengah / kejuruan akan disamakan dengan UMP. Kemudian, skema kedua adalah bahwa gaji semua guru honorer akan dibandingkan dengan gaji guru yang sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca Juga: Apakah Siswa Masih Efektif dalam Pekerjaan Rumah?

Meluncurkan berita dari mind-rakyat.com yang menjelaskan bahwa, sebenarnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah lama menginginkan dana BOS tidak digunakan untuk membayar guru-guru honorer. Alasannya, ada peraturan dari pemerintah bahwa 20% dana BOS dialokasikan untuk membayar guru honorer. Bahkan, dana BOS yang sebenarnya dapat sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan kegiatan belajar siswa seperti meningkatkan ruang kelas untuk membeli alat bantu mengajar / praktikum.

data tentang jumlah guru honorer

Berangkat dari kebijakan ini, penunjukan guru honorer pada tahun 2020, rencananya akan diberhentikan. Ini karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus menyinkronkan data dan anggaran ke Kementerian Keuangan sehingga pembayaran guru honorer berasal dari DAU. Sekarang, sambil menunggu proses sinkronisasi, tidak ada salahnya Bapak / Ibu Guru menambah penghasilan dengan bergabung menjadi tutor di Ruangguru. Caranya adalah dengan mengklik banner di bawah ini.


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

More From: Ruang Guru

DON'T MISS